Tentang PT Bali Barramundi

June 20, 2018

Penangkaran Ikan yang dimiliki dan dijalankan oleh I AM BE U

Penangkaran Ikan yang dimiliki dan dijalankan oleh I AM BE U

TENTANG PT BALI BARRAMUNDI

Tempat Pembudidayaan ikan kakap dan kerapu di Bali Utara

 

Tempat pembudidayaan ikan PT Bali Barramundi, yang menjadi anak perusahaan PT IAMBEU Mina Utama atau yang lebih dikenal dengan I Am Be U, didirikan pada tahun 2013. Pembudidayaan awalnya hanya untuk ikan kakap, yang kemudian diperluas dengan budidaya kerapu pada tahun 2016. Tingginya permintaan untuk ikan barramundi dari industri pariwisata Bali dan keterbatasan jumlah ikan yang bisa ditangkap secara liar menjadi latar belakang pendirian peternakan ikan tersebut.

Lokasi budidaya terletak di Bali Utara, dengan pembibitan atau nursery darat berada di desa Sangga Langit, dengan area seluas 5.000m2. Sedangkan penangkaran di laut bertempat Desa Patas Gerokgak, berjarak sekitar 800m dari pantai, dengan area seluas 8 hektar, yang terdiri dari 29 karamba. Lokasi tersebut ideal bagi budidaya ikan karena posisi di teluk sehingga ombak dan arus kecil serta kualitas oksigen, kadar garam dan temperatur air yang tepat.

Hasil panen sampai dengan 1 ton per minggu, dengan lama pemanenan dari benih awal untuk kakap dan kerapu berkisar 1.5 hingga 2 tahun. Kelebihan budidaya ikan PT Bali Barramundi ini adalah bisa menghasilkan ikan kerapu yang beratnya diatas 4kg.

Jumlah karyawan yang bekerja sebanyak 33 orang, termasuk penyelam, asal Bali, Jawa dan Sumatera yang sebagian merupakan anggota kelompok nelayan setempat. Setiap 6 bulan, para karyawan penyelam diharuskan perusahaan untuk menjalani perawatan hyperbaric chamber di RSUP Sanglah, untuk memulihkan sel yang rusak akibat tekanan air. Kontribusi perusahaan kepada nelayan setempat juga berupa bantuan pinjaman lunak dan pembelian hasil panen.

Dengan mengacu pada konsep Tri Hita Karana, beberapa program dari PT Bali Baramundi ini diantaranya adalah menerima magang mahasiswa baik dari fakultas perikanan ataupun Sekolah Tinggi Pariwisata dan perlindungan terhadap beberapa jenis satwa dekat karamba, seperti kura-kura, ikan, dan burung.

Visi ke depan untuk tempat budidaya ikan ini diantaranya adalah bisa memproduksi sendiri pakan ikan berupa pelet dan mengajukan sertifikan ASC atau Aquaculture Stewardship Council untuk kakap dan kerapu, yakni sertifikasi dan label internasional untuk program budidaya akuatik yang berkesimbungan. Sertifikasi ini akan menjadi contoh bagi pembudidayaan ikan lain di dunia, karena merupakan yang pertama kalinya.

Untuk informasi lebih lanjut lihat ke laman www.iambeu.com